Q & A
A. Informasi Umum
Apa itu Kaji Etik Penelitian?
Kaji etik penelitian adalah proses penilaian oleh Komite Etik untuk memastikan bahwa penelitian dilaksanakan sesuai prinsip etika, melindungi subjek penelitian, meminimalkan risiko, serta menjamin integritas ilmiah.
Siapa yang wajib mengajukan kaji etik?
Seluruh peneliti (mahasiswa, dosen, peneliti internal maupun mitra eksternal) yang penelitiannya melibatkan manusia, hewan, atau subjek sosial-humaniora wajib mengajukan kaji etik sebelum penelitian dilaksanakan.
Kapan kaji etik harus diajukan?
Kaji etik harus diajukan sebelum pengambilan data, percobaan, atau interaksi dengan subjek penelitian dimulai.
Apakah kaji etik wajib untuk skripsi, tesis, dan disertasi?
Ya. Penelitian tugas akhir yang melibatkan manusia, hewan, atau subjek sosial-humaniora wajib memperoleh persetujuan etik.
Apa konsekuensi jika penelitian dilakukan tanpa persetujuan etik?
Penelitian dapat dinyatakan tidak sah, tidak dapat dipublikasikan, dan berpotensi melanggar ketentuan akademik serta etika penelitian.
B. Kaji Etik Penelitian Hewan
Penelitian apa saja yang memerlukan kaji etik hewan?
Semua penelitian yang melibatkan penggunaan hewan hidup, termasuk pemeliharaan, perlakuan eksperimental, dan pengujian laboratorium.
Apakah kegiatan praktikum menggunakan hewan memerlukan kaji etik?
Ya, jika melibatkan hewan hidup dan perlakuan terhadap hewan tersebut.
C. Kaji Etik Penelitian Manusia
Penelitian apa yang termasuk kaji etik manusia?
Penelitian yang melibatkan manusia sebagai responden atau partisipan, termasuk survei, wawancara, observasi, eksperimen, dan pengambilan sampel biologis.
Apakah penelitian kuesioner atau wawancara tetap perlu kaji etik?
Ya, terutama jika melibatkan data pribadi, data sensitif, atau kelompok rentan.
Apa yang dimaksud dengan informed consent?
Informed consent adalah persetujuan sadar dari partisipan setelah memperoleh penjelasan lengkap mengenai tujuan, prosedur, risiko, dan manfaat penelitian.
Apakah semua penelitian manusia berisiko tinggi?
Tidak. Penelitian diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko (minimal atau lebih dari minimal), namun tetap memerlukan penilaian etik.
D. Kaji Etik Penelitian Sosial dan Humaniora
Penelitian apa yang termasuk kaji etik sosial-humaniora?
Penelitian yang melibatkan masyarakat, kelompok sosial, budaya, kebijakan publik, pendidikan, ekonomi, dan perilaku manusia.
Apakah observasi lapangan dan wawancara mendalam perlu kaji etik?
Ya, terutama jika menyangkut identitas subjek, isu sensitif, atau potensi risiko sosial dan psikologis.
Risiko apa yang dinilai dalam kaji etik sosial-humaniora?
Risiko sosial, psikologis, ekonomi, stigma, diskriminasi, konflik kepentingan, serta pelanggaran privasi.
Apakah identitas responden harus dirahasiakan?
Ya. Anonimitas dan kerahasiaan data wajib dijaga, kecuali responden secara sadar menyetujui identitasnya dicantumkan.
E. Prosedur dan Layanan
Bagaimana alur pengajuan kaji etik?
Peneliti mengajukan proposal dan formulir etik melalui sistem KEP → dilakukan review oleh Komite Etik → perbaikan (jika diperlukan) → penerbitan surat persetujuan etik.
Berapa lama proses kaji etik berlangsung?
Rata-rata 30 hari kerja, tergantung kelengkapan dokumen dan kompleksitas penelitian.
Apakah perubahan metode penelitian harus dilaporkan?
Setiap perubahan signifikan wajib diajukan sebagai amandemen kaji etik.
